Namun, laporan E-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) Februari 2025 ada beberapa desa dengan prevalensi di atas rata-rata nasional. Terutama di Simpang Teritip yaitu Desa Ibul 23,3 persen dan Desa Berang 20,4 persen.

Peradong 21,7 persen, dan Simpang Tiga 23,6 persen. Meski demikian, secara umum tren penurunan stunting di Babar cukup menggembirakan. Data Kemenkes mencatat sejak 2018 hingga Februari 2025, prevalensi stunting di kabupaten ini berhasil ditekan.

“Jadi sudah di bawah angka nasional, yakni 7,6 persen. Melalui rembuk stunting tingkat kabupaten tahun 2025, kami berharap hasil ini dapat menjadi acuan kebijakan bagi instansi terkait dalam melakukan intervensi,” ujar Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman.

Baca Juga  Momentum Hari Pangan Sedunia, Pemkab Bangka Barat Gelar GPM di Lapangan Gelora

Selain itu, Politisi Golkar tersebut juga berharap kegiatan ini juga mampu memberikan motivasi. Kemudian semangat bagi semua pihak untuk terus berusaha dan pantang menyerah dalam percepatan penurunan stunting di Negeri Sejiran Setason.