Salah satu guru yang mendampingi, Apri, menyampaikan bahwa kunjungan ini dirancang untuk memperkaya wawasan anak-anak didik.

“Kami ingin anak-anak belajar langsung dari sumbernya, mengenal satwa lebih dekat, dan menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Izzah, guru pendamping lainnya, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pembelajaran kontekstual.

“Anak-anak jadi lebih berani bertanya, lebih aktif, dan mereka bisa menghubungkan pelajaran di kelas dengan pengalaman nyata di lapangan,” tuturnya.

Seorang siswa, Kayyisah, mengaku sangat senang bisa menyentuh telur Kasuari.

“Biasanya kami hanya lihat di buku, sekarang bisa lihat langsung, rasanya seru sekali,” katanya dengan penuh semangat.

Sementara itu, salah satu staf BN Zoo menambahkan bahwa pihaknya selalu terbuka untuk kunjungan edukatif sekolah. “Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak bisa semakin mencintai hewan dan belajar tentang pentingnya konservasi,” jelasnya.

Kunjungan belajar ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa SDIT Alam Cahaya, karena selain memberikan pengetahuan baru, juga menumbuhkan rasa ingin tahu dan kepedulian terhadap satwa di sekitar mereka.

Baca Juga  Outing Class SDIT Alam Cahaya: Serunya Menyusuri Sungai Hutan Mangrove Monjang Desa Kurau