Wilhelmina Tolak Kemerdekaan RI, Mengapa Harus Jadi Nama Taman di Pangkalpinang?
Alangkah etis dan logisnya ketika nama-nama tokoh Bangsa ini yang kita jadikan pacuan, bukan tokoh-tokoh yang menjajah Bangsa ini.
Bung Karno, Bung Hatta, Sutan Sjahrir, Jend. Sudirman, dan pelaku lainnya dalam sejarah Bangsa Indonesia yang berjuang dengan tumpah darah untuk memerdekakan dan membebaskan daerah kita dari Bangsa penjajah (Belanda), tapi alangkah tidak menghargai dan menghormati perjuangan mereka kalau nama bangunan yang ada di pusat kota diberikan nama penjajah yang merebut dan merampas daerah kita.
Ini kritikan saya layangkan dalam rangka kontrol kami sebagai kader HMI terhadap kondisi sosial, kontrol kami terhadap kemajuan dan pembangunan daerah.
Ini juga bentuk kepedulian kami dalam menghormati dan menghargai pelaku sejarah berdirinya Bangsa ini.
Tentunya saya berharap penuh, nama Wihelmina yang dijadikan nama taman di pusat kota ini segera untuk digantikan nama lain yang layak dan etis.
Ataupun gantikan namanya dengan tokoh yang memperjuangkan Bangsa, bukan justru yang menjajah kita selama 350 Tahun.
Karena jarang sekali mata tertuju pada hal kecil ini. Sebagai kader HMI yang sering dikenal dengan diskusi yang bahkan sampai larut malam, diskusi sampai subuh, ini menjadi sebuah hal kecil yang bagi saya patut kita lirik.
