Strategi Keberlanjutan Usahatani Kopi Robusta Melalui Good Agricultural Practices di Bangka Belitung

Oleh: Febriyanti Putri Ulfa — Mahasiswa S2 Magister Ilmu Pertanian UBB

Kopi merupakan salah satu komoditas bernilai tinggi di dunia dan menjadi peringkat kedua setelah minyak bumi. Kopi robusta dikenal lebih produktif dan memiliki toleransi yang lebih tinggi terhadap kekeringan dan panas serta mampu tumbuh subur dalam kondisi daratan rendah (Duque et al., 2022).

Di Indonesia, kopi menjadi salah satu sektor perkebunan yang sudah lama dibudidayakan selain kelapa sawit dan karet. Komoditas kopi memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia, baik sebagai sumber pendapatan petani kopi, sumber devisa negara, penghasil bahan baku industri, maupun penyedia lapangan kerja melalui kegiatan pengolahan, pemasaran, dan perdagangan (Khasanah et al., 2023).

Baca Juga  Tes Kemampuan Akademik

Bagi masyarakat Indonesia, kopi bukan hanya sekadar minuman, melainkan bagian dari gaya hidup yang selalu hadir menemani obrolan. Aroma kopi robusta kian harum di tanah air. Tak heran jika Indonesia masuk jajaran negara penghasil kopi terbesar di dunia. Namun, di balik riuhnya industri kopi, ada satu daerah yang mulai melirik serius potensi kopi robusta sebagai penggerak ekonomi baru, yaitu Kepulauan Bangka Belitung.

Selama ini, wilayah Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai daerah penghasil timah. Namun, ketergantungan pada aktivitas pertambangan telah membawa konsekuensi panjang berupa degradasi lingkungan dan keterbatasan lahan produktif, sehingga dalam situasi inilah, usahatani kopi robusta muncul sebagai komoditas alternatif yang menjanjikan.

Baca Juga  HUT ke-260 Sungailiat: Menjaga Warisan, Meramu Masa Depan

Budidaya kopi tidak hanya memulihkan ekosistem yang rusak akibat pertambangan timah, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan petani serta membuka akses pasar baru. Dengan dukungan strategi pasar, inovasi, dan penerapan Good Agricultural Practices (GAP), kopi robusta di Bangka Belitung bisa menjadi ikon baru pembangunan berkelanjutan.

Dalam penelitian Santosa et al., (2016), menyatakan bahwa tanaman kopi Robusta termasuk kategori toleran terhadap cekaman alumunium yang terdapat di lahan reklamasi bekas tambang batubara bervegetasi sengon.