Miliki Potensi hingga 45.197 Ton, PT Timah akan Garap 3 Lokasi Ini
Ditargetkan, dua wilayah itu ada 60 unit KIP beroperasi berdasarkan spek kapal sesuai kapasitas kedalaman, cadangan dan panjang alat penggalian. PT Timah juga akan menentukan Nilai Imbal Usaha Jasa Pertambangan (NIUJP) dengan penerapan beberapa formula.
Khususnya berkaitan biaya investasi, operasi, harga BBM dan lainnya. Saat ini, NIUJP sendiri pada angka 250 juta per Ton Sn. Selanjutnya optimalisasi di sektor pertambangan rakyat bukan kolektor. Memberdayakan rakyat dan kerja sama lewat program kemitraan.
“Karena sesuai tema kita ‘Timah untuk Rakyat’ untuk membantu produksi dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Mengembangkan CSR yang terdampak dan reklamasi sesuai ketentuan. Ini sudah kami lakukan sesuai dokumen kerja baik di darat dan laut,” ungkapnya.
Upaya selanjutnya ialah optimalisasi di bekas kolong atau penambangan lewat kegiatan dengan nilai ekonomis dan berkelanjutan kepada masyarakat. Lalu PT Timah akan melakukan optimalisasi pengelolaan tambang darat dan primer. Seperti di Desa Paku, Bangka Selatan.
“Dan Batu Besi, Belitung Timur yang telah dilaksanakan. Kami tidak hanya berfokus pada tambang alluvial. Di sisi lain percontohan ponton isap produksi dari perusahaan juga guna optimalisasi produksi di wilayah laut walaupun memang skalanya lebih kecil,” katanya.
