UBB Gelar Webinar Internasional: Mikrob Tanah, Kunci Pemulihan Lahan Pascatambang
Dalam paparannya, Dr. Bell menekankan bahwa kerusakan tanah akibat aktivitas pertanian intensif maupun tambang dapat diatasi dengan bantuan mikrob tanah. Mereka mampu menyerap logam berat, menguraikan pestisida, hingga meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan dan salinitas.
“Tanaman yang bersimbiosis dengan mikoriza lebih kuat, lebih sehat, dan lebih berpeluang bertahan hidup di lahan kritis,” jelas Dr. Bell, menekankan pentingnya peran fungi mikoriza dalam mendukung keberhasilan reklamasi.
Diskusi Hangat, Ide Segar
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Peserta dari UBB dan kampus lain menanyakan berbagai isu, mulai dari strategi mengendalikan mikrob patogen, pemanfaatan konsorsium mikrob lokal untuk lahan pascatambang timah, hingga gagasan menjadikan indikator mikrob tanah sebagai tolok ukur keberhasilan reklamasi.
Jawaban Dr. Bell membuka wawasan baru bahwa Indonesia berpotensi menjadi pelopor dalam mengembangkan indikator mikrobiologi tanah untuk reklamasi berkelanjutan.
Optimisme untuk Bangka Belitung dan Dunia
Webinar yang berakhir pukul 09.47 Wib ini meneguhkan pesan penting: solusi pemulihan lingkungan bisa berawal dari yang tak terlihat, yakni mikrob tanah. Melalui forum internasional ini, UBB tidak hanya menghadirkan ilmu baru bagi akademisi, tetapi juga menawarkan harapan nyata untuk reklamasi pascatambang di Bangka Belitung dan wilayah lain di dunia.
