Jika proyek strategis ini terlaksana, maka harus ada kesepakatan yang jelas. Pembangunannya harus memberikan keuntungan yang sebanding, bahkan lebih besar, dari risiko yang mungkin timbul.

Gagasan tentang listrik gratis bagi seluruh masyarakat Bangka Belitung, misalnya, bisa menjadi solusi konkret yang menjadikan proyek ini jauh lebih berharga.

Pemerintah harus memberikan prioritas langsung dikuatkan dengan undang-undang atau peraturan pemerintah tentang daerah penghasil sumber energi. Pembangunan PLTN di Pulau Gelasa tidak boleh hanya menguntungkan segelintir pihak atau pemerintah pusat dan investor semata.

Masyarakat Bangka Belitung harus merasakan manfaatnya secara langsung. Di sinilah gagasan tentang listrik gratis menjadi sangat relevan. Jika proyek ini berjalan, dan energi yang dihasilkan dapat memasok seluruh kebutuhan listrik di Bangka Belitung, maka sudah sepantasnya masyarakat tidak lagi dibebani biaya listrik.

Baca Juga  Pulau Gelasa di Bangka Bakal Jadi Pusat Penelitian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Listrik gratis bukanlah sekadar janji manis. Ini adalah bentuk kompensasi yang sebanding dengan risiko yang ditanggung. Dengan listrik gratis, masyarakat bisa menghemat pengeluaran bulanan, mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Ini akan menjadi investasi jangka panjang yang tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga membangun kepercayaan dan keadilan.

Dan juga harus diketahui, dampak proyek strategis ini tidak hanya bahaya radiasi nuklir yang mengancam kesehatan dan lingkungan. Akan tetapi biaya pembangunan yang sangat mahal dan resiko yang sangat tinggi apalagi sampai saat ini Indonesia belum pernah memiliki pengalaman mengoperasikan reaktor PLTN ditambah kemampuan sumber daya manusia dan teknologi Indonesia.

Saat ini, jumlah ahli tenaga nuklir di Indonesia masih sedikit. Membangun dan menjaga jalannya pusat tenaga nuklir sangat memerlukan ahli. Ini yang saya kira menjadi poin utama kecemasan masyarakat, ditambah kondisi politik indonesia hari ini kurangnya keterbukaan dari pemerintah.

Baca Juga  Algafry: Kami Belum Dapat Surat Rekomendasi Apapun soal Pembangunan PLTN di Gelasa

Dalam sudut pandang kebutuhan energi di masa sekarang dan akan datang, kita harus sepakat bahwa Indonesia harus meningkatkan suplai energi, terutama energi listrik yang peningkatan kebutuhannya untuk kini saja gagal diantisipasi oleh PLN.

Listrik mempunyai peran sebagai pendorong perekonomian, sehingga ada suatu korelasi antara konsumsi energi listrik dan keadaan perekonomian suatu masyarakat. Listrik juga merupakan salah satu komponen dalam perhitungan produk domestik bruto (PDB). Dari beberapa sumber energi yang ada perlu ditentukan beberapa alternatif pilihan. Alternatif-alternatif inilah kemudian disesuaikan dengan kondisi geografis dan ekologis disuatu daerah terhadap pengembangan suatu energi.

Sebenarnya sumber energi terbarukan yang kita miliki cukup berlimpah, namun sampai saat ini belum banyak dimanfaatkan. Misalnya panas bumi, angin, matahari, biofuel, biomassa, gelombang laut dan pasang surut.

Baca Juga  Manajemen Keuangan Efektif: Kunci Wujudkan Stabilitas Keuangan

Energi terbarukan adalah jenis energi yang diperoleh dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui secara alami dan tidak akan habis dalam waktu dekat. Dengan kondisi geografis Bangka Belitung berupa kepulauan dan terletak dekat khatulistiwa, mungkin masyarakat lebih mendukung pengembangan energi matahari dan arus laut dibanding PLTN.

Potensi inilah yang kemudian menjadi solusi yang efektif. Salah satu manfaat utamanya adalah dampak yang minim terhadap lingkungan. Sehingga dapat membantu melindungi habitat alami, mengurangi pencemaran, dan menjaga biodiversitas.