“Sementara kondisi saat ini, para penambang menjual timahnya sangat murah. Jika harga tetap seperti ini, masyarakat jadi sengsara. Operasional yang besar, peralatan tambang serta BBM,” tambahnya.

Yogi meminta PT Timah agar lebih bijak dapat membeli pasir timah penambang.

“Seolah masyarakat Babel ini dijajah oleh PT Timah. Berilah jalan terbaik bagi masyarakat kami karena masyarkat Babel ini 70 persen masih bergantung pada penambangan timah,” ujar Yogi.

Selain itu, Yogi menyebut DPRD Babel juga menanyakan penyebab telatnya pembayaran penjualan pasir timah.

“Ibu direktur kuangan bilang paling lambat 15 hari sudah dibayar, tapi nyatanya hingga saat ini masih ada ratusan ton timah yang dijual ke PT Timah belum juga dibayar,” katanya.

Baca Juga  Dedy Yulianto Penuhi Panggilan JPU di PN Pangkalpinang

“Ayolah PT Timah lebih bijak lagi. Semua sudah terjawab di Kementerian ESDM. Jangan lempar tanggung jawab, kasih masyarakat, mari bersama-sama bantu masyarakat Bangka Belitung,” tutup Yogi.