“‘Main’ di rumah saya. Nanti suami ku yang asuh anak. Kita main di kamar,” lanjutnya.

Dirinya pun menjelaskan seputar pelayanan dengan tarif Rp300 ribu.

“Tenang saja kalau ada tetangga tanya bilang saja teman suami ku yang lagi berkunjung ke rumah,” jawabnya meyakinkan pelanggan.

Lebih lanjut, wanita ini pun mengirimkan lokasi, alamat hingga foto rumah yang dipertegas dengan tandah panah menunjukan rumahnya yang sarat di permukiman warga.

Kapolres Bangka, AKBP. Dedy Dwitya Putra saat dikonfirmasi mengenai praktik portitusi tersebut menegaskan akan menindaklanjuti infomasi tersebut.

Begitu kades setempat berjanji akan menelusuri informasi yang menyangkut permasalahan tentang warganya.

“Sudah kami telusuri ternyata warga pendatang yang menetap di desa kami dan sekarang kami masih berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk menindaklanjuti,” ujar kades. (*)

Baca Juga  Berdampak Buruk pada Mental Anak, Kapolres Bangka Imbau Setop Bullying di Sekolah