Resah Keberadaan Satgas, Ratusan Warga Geruduk Pos Timah Desa Bencah
Sekitar pukul 11.00 Wib, Wadansat Satgas Nanggala bersama 18 anggota bersenjata mendatangi lokasi. Pertemuan kemudian digelar di rumah salah satu mitra PT Timah yang dihadiri perwakilan masyarakat, kepala desa, serta pihak Satgas.
Hasil mediasi menyepakati warga dan Satgas berdamai. Warga bersama aparat juga melakukan pembersihan di area pos pasca kerusakan. Meski begitu, masyarakat tetap melayangkan dua tuntutan utama: Satgas Nanggala ditarik dari Desa Bencah, serta PT Timah diminta menyesuaikan harga timah agar tidak memberatkan penambang.
Hingga pukul 12.40 Wib, kondisi berangsur kondusif. Namun, warga menegaskan akan terus mendesak agar tuntutan mereka dipenuhi.
“Intinya, masyarakat tidak menolak aturan. Tapi jangan sampai keberadaan Satgas justru membuat kami tidak bisa mencari nafkah. Kami hanya ingin harga timah wajar dan aktivitas penambang tidak diganggu,” tambah sumber tersebut.
Kades Bencah, Heri Purnomo menyebut warga yang hadir bukan hanya dari Desa Bencah saja tetapi juga ada dari desa tetangga lainnya.
Sementara itu, Kapolsek Airgegas Iptu Wiliam saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.
“Iya benar, warga Desa Bencah dan sekitarnya mendatangi Pos PT Timah untuk menyampaikan protes. Ada penyampaian seperti itu, Bang,” kata Wiliam, Senin (29/9/2025) malam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak terkait masih dalam proses konfirmasi lebih lanjut. (Riki Sekindonews)
