Pendidikan Akhlak dan Etika Wajib Diemban Semua Guru
Sedangkan bagi guru umum lainnya, tidak ada hubungannya dengan pendidikan akhlak dan pendidikan etika peserta didik. Menurut hemat penulis, paradigma tersebut cenderung tidak benar, membebankan urusan akhlak dan etika hanya kepada segelintir guru saja.
Akhlak adalah sikap yang lahir dari tingkat iman dan taqwa seseorang kepada ajaran yang dianutnya. Dalam perspektif Islam, akhlak yang baik adalah akhlakul karimah yang diartikan sebagai akhlak yang baik, terpuji dan sesuai dengan ajaran Islam. Sedangkan etika adalah sikap yang lahir dari norma-norma dan nilai-nilai yang telah menjadi acuan hidup dan berlaku di daerahnya.
Tiap-tiap guru memiliki kewajiban untuk memberikan pendidikan akhlak dan pendidikan etika
Kepada para peserta didiknya. Beberapa manfaat jika pendidikan akhlak dan pendidikan etika diemban oleh semua guru antara lain adalah sebagai berikut:
- Melahirkan Peserta Didik yang Berakhlakul Karimah
Pendidikan karakter dan pendidikan etika yang diemban oleh semua guru akan menanamkan akhlakul karimah dalam diri peserta didik secara kokoh. Dengan demikian, para guru hendaknya dapat senantiasa menyelipkan pendidikan akhlak dan pendidikan etika dalam setiap mata pelajaran yang diampunya
- Meningkatkan Mutu Sekolah
Mutu sekolah dapat meningkat jika sekolah mampu melahirkan para peserta didik yang berkarakter. Karakter baik akan menentukan kesuksesan sekolah dan peserta didik tersebut. Oleh karena itu, semua guru memiliki kewajiban untuk memberikan pendidikan akhlak dan pendidikan karakter pada tiap-tiap peserta didikmya
- Menciptakan Peserta Didik yang Berdaya Saing
Selain kognitif (pengetahuan) dan psikomotorik (keterampilan) yang memadai, dunia kerja saat ini membutuhkan orang-orang yang memiliki karakter dan trade record atau rekam jejak yang baik. Oleh karena itu, pendidikan akhlak dan pendidikan etika yang disampaikan oleh tiap-tiap guru kepada peserta didik akan memberikan dampak positif bagi masa depan peserta didik
Pada akhirnya, pendidikan akhlak dan pendidikan etika adalah bekal utama untuk kesuksesan seorang peserta didik dimasa depan. Oleh karena itu, sepintar dan secerdas apapun seorang peserta didik, dia tidak akan bernilai jika tidak memiliki akhlak dan etika dalam kehidupannya.
Peserta didik dituntut tidak hanya memiliki kompetensi kognitif (pengetahuan) dan psikomotorik (keterampilan), akan tetapi juga dituntut untuk memiliki afektif (sikap) yang baik.
Menurut hemat penulis, beberapa pendidikan yang wajib diemban oleh semua guru antara lain adalah sebagai berikut: Pendidikan Akhlak dan Etika, Pendidikan Bimbingan dan Konseling, Pendidikan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), Pendidikan 7 KAIH (Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) dan lain sebagainya.
