Menurut hemat penulis, tema ini memiliki makna semangat Bangsa Indonesia yang penuh dengan keragaman untuk senantiasa bahu membahu menuju bangsa yang maju. Keragaman bukan sebuah kelemahan, akan tetapi keragaman dan perbedaan adalah sebuah karunia dan keunikan yang menjadi keunggulan bangsa Indonesia.

Dalam dunia pendidikan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 menjadi sebuah momentum untuk refleksi dan renungan tersendiri ditengah kemajuan globalisasi dan perkembangan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK).

Nilai-nilai karakter para peserta didik cenderung menurun dan mengarah pada meniru budaya-budaya negatif yang diperoleh dari dunia maya maupun lingkungan sekitarnya. Beberapa kasus yang sering terjadi dalam dunia pendidikan saat ini ialah pembulian atau perundungan, intoleransi dan kekerasan seksual.

Oleh karena itu, melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 ini, para pendidik dan stakeholder pendidikan harus mampu mengambil makna dan hikmah yang tersirat dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Menurut hemat penulis, beberapa makna dan hikmah peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Menciptakan Generasi yang Cinta Damai dan Menjunjung Tinggi Persatuan
Baca Juga  23 Tahun Bangka Belitung: Eksploitasi SDA dan Perebutan Ruang Hidup

Salah satu tema Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 yakni pancasila sebagai perekat bangsa. Artinya adalah bagaimana para peserta didik di Indonesia mampu mengimplementasikan nilai-nilai persatuan yang termasuk dalam sila ketiga dalam setiap sendi kehidupan. Sehingga dengan persatuan yang senantiasa terjaga, akan tercipta negeri yang damai dan rukun sesuai dengan “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua

  1. Menciptakan Generasi yang Cerdas dan Berdaya Saing

Tema selanjutnya dalam Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 ialah menuju Indonesia raya. Artinya adalah bagaimana para generasi penerus bangsa Indonesia ini dibekali dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai agar menjadi insan-insan yang cerdas dan berdaya saing agar mampu membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju, sejahtera, adil dan makmur. Dalam dunia pendidikan, selain memberikan pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik) dan sikap atau karakter (afektif) yang memadai, beberapa upaya yang dapat dilakukan ialah dengan menanamkan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), 7 KAIH (Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) dan lain sebagainya.

  1. Menciptakan Generasi yang Berkarakter dan Mengamalkan Pancasila
Baca Juga  Geger, Bocah SD di Mentok jadi Korban Pencabulan

Pancasila yang mengandung lima sila yakni: Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan sila-sila yang harus diimplementasikan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, setiap generasi bangsa hendaknya senantiasa menjadi individu yang berketuhanan, memiliki jiwa kemanusiaan, menjunjung tinggi persatuan, mengedepankan kepentingan bersama, menjunjung tinggi asas keadilan serta karakter yang sesuai dengan nilai-nilai jati luhur bangsa Indonesia.

  1. Menciptakan Generasi yang Peduli dengan Sejarah Bangsa Indonesia

Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila, para generasi bangsa dapat memahami dan mengambil makna serta hikmah pada setiap momentum peringatan hari bersejarah bangsa Indonesia. Dengan demikian, para penerus bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang peduli dan mencintai tanah airnya serta menghargai jasa para pahlawan dan momentum bersejarah bangsa Indonesia.

Baca Juga  Momentum Hari Kesaktian Pancasila, Polsek Jebus Raih 2 Penghargaan