Nilai ekspor timah kumulatif Januari-Agustus 2025 sebesar US$999,73 juta, dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun lalu sebesar US$702,77 juta (c to c), tumbuh sebesar 42,25 persen.

Sedangkan untuk ekspor komoditas nontimah bulan Agustus tercatat sebesar US$32,11 juta atau naik sebesar 6,05 persen dibandingkan dengan Agustus 2024. Nilai ekspor nontimah secara kumulatif Januari-Agustus 2025 sebesar US$258,03 juta, dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun lalu (c to c), nilai ekspor nontimah mengalami kenaikan sebesar 6,03 persen.

Timah dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagian besar diekspor ke negara-negara di Asia, dimana Tiongkok menjadi negara tujuan utamanya.

Pada Januari-Agustus 2025, sebanyak 25,71 persen ekspor timah dikirim ke negara ini dengan nilai sebesar US$257,08 juta.

Baca Juga  Dukung Digitalisasi Keuangan Daerah, Pemkot Pangkalpinang Segera Terapkan KKPD

Singapura dan Korea Selatan berada di peringkat selanjutnya, sebesar 22,34 persen dan 13,75 persen timah diekspor ke kedua negara tersebut.

Di urutan berikutnya adalah India dan Belanda. Lima negara utama tujuan ekspor timah ini berperan sebesar 78,58 persen terhadap total ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke seluruh dunia, adapun total nilai ekspor kelima negara tujuan tersebut pada Januari-Agustus 2025 sebesar US$785,57 juta.

Nilai ekspor Januari-Agustus 2025 dibandingkan dengan Januari-Agustus 2024 (c-to-c), terjadi pertumbuhan ke 5 negara terbesar tujuan ekspor timah yaitu sebesar 37,61 persen.

Tiongkok tumbuh 78,28 persen, Singapura dan Korea Selatan tumbuh sebesar 174,49 persen dan 14,51 persen, hanya India yang terkontraksi sebesar 49,32 persen. Belanda merupakan negara dengan pertumbuhan tertinggi hingga 192,50 persen

Baca Juga  69 Prajurit Korem 045/Gaya Dari Perwira Hingga Tamtama, Naik Pangkat