Sebagai contoh jika kadar Sn 70 persen maka dihargai Rp 182.000 per kilogram ore. Sedangkan harga SN kurang lebih di angka Rp 260.000 per kilogram. Artinya kalau jual 1 kilogram ore dengan kadar Sn di atas 70 persen, PT Timah Tbk membayar Rp 182.000.

Akan tetapi apabila dihitung nilai timah murni saja, 70 persen dari 1 Kg sama dengan 0,7 Kg Sn. Maka harga timah murni setara Rp 260.000 Kg Sn. Jadi bedanya, ore sama dengan harga jual bijih timah apa adanya. Atau disebut berat kotor dengan kadar tertentu.

Kemudian Sn sama dengan harga jual dihitung berdasarkan kadar timah murni yang terkandung di dalam ore. Misalnya membawa 100 Kg Ore kadar Sn 65 persen ke PT Timah Tbk, maka sesuai tabel dihargai Rp 163.679/Kg dan harga Sn sekitar Rp 251.814/Kg.

Baca Juga  Nikmati Paket Kamar Spesial Holy Month of Ramadhan Package di Swiss-Belhotel Pangkalpinang

Lebih spesifik, cara pertama itu hitung menggunakan Rp/Kg Ore. Jika berat timah 100 Kg Ore dikalikan Rp 163.679, maka akan dibayar Rp 16.367.900. Lalu cara kedua hitung menggunakan Rp/Kg Sn. Kandungan Sn murni dalam 100 Kilogram Ore kadar 65 persen.

Itu sama dengan 100 kg dikalikan 65 persen atau sama dengan 65 Kg Sn di mana harga 1 kg Sn kandungan 65 persen dihargai Rp 251.814. Dengan formula itu, jika timah 65 Kg dikali Rp 251.814 sama dengan Rp 16.367.910. Hasilnya sama, cuma beda cara lihat.

Sederhananya, harga rupiah timah per kilogram ore langsung hitung dari berat ore. Sementara timah Sn dihitung dari kandungan timah murninya. Jadi kedua harga itu bukan beda pembayaran, tapi hanya dua sudut pandang perhitungan. Atau berat ore vs kadar timah murni.

Baca Juga  Siap-Siap! SLANK akan Guncang Bangka Belitung, Konser Akbar: Peace, Love, and Unity