Untuk itu, Bank Indonesia bersinergi dengan TPID se-Bangka Belitung akan terus memperkuat kerangka kebijakan 4K dalam pengendalian inflasi yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif.

Dalam rangka mendukung keterjangkauan harga bahan pokok, sejak bulan Januari s.d September 2025 setidaknya telah dilaksanakan 40 kali sidak pasar dan distributor di seluruh wilayah di Bangka Belitung baik yang dipimpin langsung oleh Kepala Daerah maupun oleh perwakilan instansi terkait.

Selain itu, hingga akhir September 2025 telah dilaksanakan kegiatan OP sebanyak 77 kali dan GPM sebanyak 50 kali di seluruh wilayah di Bangka Belitung.

Pada kerangka ketersediaan pasokan, TPID mendorong implementasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) baik melalui mekanisme Government to Government (G to G) maupun Business to Business (B to B).

Sejalan dengan hal tersebut, dari periode Januari s.d September 2025 telah dilaksanakan 9 kali KAD dengan rincian sbb, pertama kerjasama antara Koperasi Pengendali Inflasi Daerah dengan Bulog KC Belitung tentang Pengadaan Daging Sapi Beku.

Baca Juga  Tok! Bawaslu Babel Putuskan KPU Bangka Barat Terbukti Lakukan Pelanggaran

Kedua, kerjasama antara AA Frozen dengan CV Wahana Sejahtera tentang perdagangan komoditas daging ayam beku tanggal 26 Mei 2025. Ketiga, Kerjasama antara AA Frozen dengan CV Selamat Jaya tentang perdagangan komoditas sapi tanggal 26 Mei 2025.

Keempat, kerja sama antara PT Sumber Bawang Indotrading Kab. Brebes dengan Sumber Bawang Kota Pangkalpinang untuk komoditas bawang merah pada tanggal 27 Mei 2025.

Kelima, kerjasama antara UD Restu Bumi dengan Toko Dayat Cabe untuk komoditas cabai pada tanggal 27 Mei 2025. Keenam, KAD G2G dalam bentuk Kesepakatan Bersama antara Pemda Beltim dan Pemda Kota Bekasi pada tanggal 25 Juli 2025 tentang Kerja Sama Pembangunan Antar Daerah.

Ketujuh, KAD G2G dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemda Beltim dan Pemda Kota Bekasi pada tanggal 25 Juli 2025 tentang Sinergi Pengendalian Inflasi Daerah.

Kedelapan, KAD G2G dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemda Beltim dan Pemda Kota Pangkalpinang pada tanggal 25 Juli 2025 tentang Sinergi Pengendalian Inflasi Daerah.

Baca Juga  8 Pemuda di Pangkalpinang Diciduk Polisi saat Main Judi Kartu, 6 di Antaranya Mahasiswa

Kesembilan, KAD G2G dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemda Beltim dan Pemda Belitung pada tanggal 25 Juli 2025 t entang Sinergi Pengendalian Inflasi Daerah.

Dari sisi kelancaran distribusi, dalam upaya mendukung efektivitas pelaksanaan OP dan GPM, Bank Indonesia turut bersinergi dalam fasilitasi distribusi pangan. Sejak bulan Januari hingga September 2025, Bank Indonesia telah memberikan fasilitasi distribusi pangan pada 16 penyelenggaraan OP yang diorkestrasi oleh Dinas Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Bank Indonesia juga memfasilitasi pengiriman daging sapi beku sebanyak 17,5 ton dari Jakarta ke Belitung Timur sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Koperasi Pengendali Inflasi Daerah dan Perum Bulog Kantor Cabang Belitung.

Dalam rangka implementasi komunikasi yang efektif, sejak Januari hingga September 2025, telah dilakukan berbagai upaya sbb,
1. High Level Meeting (HLM) TPID sebanyak 10 kali baik yang dipimpin oleh Kepala Daerah maupun oleh Sekretaris Daerah.
2. Kegiatan edukasi stabilisasi harga yang menyasar Ibu-Ibu PKK di Belitung dan Belitung Timur, PIA Ardhya Garini, Dharma Wanita Persatuan Belitung, Bhayangkari dan Jalasenastri.
3. Capacity building kepada TPID dan petani dan nelayan di Pulau Belitung.
4. Focus Group Discussion (FGD) business matching antara produsen dan offtaker serta perluasan akses pembiayaan.
5. Capacity building sekaligus studi banding bagi TPID Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke TPID Provinsi Kepulauan Riau dalam rangka penguatan kompetensi dan sharing informasi program pengendalian inflasi; dan
6. Pengendalian ekspektasi masyarakat melalui komunikasi di media cetak, radio dan baliho milik Pemerintah Daerah.
Rommy menyampaikan ke depan masih terdapat tantangan bagi TPID dalam menjaga inflasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada rentang yang rendah dan stabil.

Baca Juga  10 Wilayah di Kota Pangkalpinang Tergenang Air, Usai Diguyur Hujan Lebat 

Melalui kolaborasi yang kuat antar anggota TPID bersama seluruh masyarakat diharapkan inflasi tetap terjaga dalam sasaran nasional dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung yang inklusif dan berkelanjutan.**