“Meski begitu, langkah tersebut tetap positif selama disertai dengan penjelasan yang benar dan kolaboratif kepada masyarakat,” tambah BPJ.

BPJ juga menjelaskan bahwa nuklir sebagai sumber energi menggunakan bahan bakar uranium dan torium, dan hingga kini semua PLTN di dunia menggunakan uranium. Indonesia sendiri telah memiliki tiga reaktor nuklir untuk riset yang semuanya juga berbasis uranium.

Lebih lanjut, BPJ mengingatkan agar masyarakat Bangka Belitung tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mengklaim membawa teknologi nuklir baru tanpa rekam jejak yang jelas. “Jangan mau dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin mendapatkan license. Di seluruh dunia belum ada, dan mereka sendiri pun belum punya PLTN. Masa Bangka Belitung jadi kelinci percobaan? Jangan coba-coba,” tegasnya.

Baca Juga  Bambang Patijaya Terpilih sebagai Ketua Komisi XII DPR RI

BPJ juga menyebutkan bahwa Indonesia berencana mengembangkan PLTN berkapasitas 500 Megawatt dengan teknologi Small Modular Reactor (SMR) dari Rusia. Namun, teknologi ini hanya bisa diterapkan di daerah yang benar-benar siap secara infrastruktur dan penerimaan masyarakat. “Artinya, SMR ini akan ditempatkan di daerah yang sudah siap menerima. Kalau belum siap, ya jangan dulu,” pungkasnya.