Outing Class SDIT Alam Cahaya: Serunya Menyusuri Sungai Hutan Mangrove Monjang Desa Kurau
“Saya ingin anak-anak tidak hanya mendengar dari buku, tapi juga melihat dan menyentuh langsung bagaimana mangrove menjadi rumah bagi banyak makhluk hidup,” tutur Suwindra, S.Pd fasilitator kelas III.
Setelah itu, para siswa dibagi ke dalam kelompok kecil. Dipandu Bang Yasir, Bang Tejo, dan Bang Sabang, mereka berkeliling menyusuri jalur ekowisata yang teduh. Sesekali terdengar teriakan riang saat siswa menemukan kepiting kecil dan burung yang bertengger di dahan.
Raffi, salah satu siswa, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini. “Saya bisa belajar banyak hal tentang hewan dan tumbuhan di sini, sekaligus bermain bersama teman-teman. Rasanya seperti petualangan,” ujarnya sambil tersenyum.
Sementara itu, pengelola hutan mangrove Kurau Barat menyambut baik kunjungan tersebut. “Kami senang sekali anak-anak SDIT Alam Cahaya bisa belajar di sini. Harapan kami, mereka kelak menjadi generasi yang peduli lingkungan, dan menjaga alam,” kata salah satu pengelola.
Hutan mangrove Kurau Barat sendiri telah dikelola sejak 2004. Berkat upaya konsisten masyarakat, kawasan ini berkembang menjadi destinasi ekowisata yang ramai dikunjungi pelajar, peneliti, hingga wisatawan. Pada 2019 lalu, hutan mangrove Kurau Barat bahkan berhasil meraih penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menjaga kelestarian lingkungan.
Bagi siswa SDIT Alam Cahaya, pengalaman outing class kali ini tentu menjadi pelajaran berharga. Mereka bukan hanya membawa pulang pengetahuan tentang mangrove, tetapi juga kesan mendalam tentang betapa berharganya alam yang harus dijaga bersama.
