“Sambal Lingkung saya pernah dibawa Amerika, bahkan pada musim haji banyak jemaah haji yang pesan Sambal Lingkung untuk dibawa ke Mekah sebagai bekal makanan. Sambal Lingkung ini tahan 5-6 bulan di suhu ruangan,” ucapnya.

Menurutnya, dukungan PT TIMAH Tbk mulai dari memberikan pelatihan, pendampingan, hingga pameran membuat produknya semakin dikenal. Sehingga dirinya juga semakin semangat untuk memproduksi produk lainnya.

“Alhamdullillah setelah menjadi mitra binaan produk saya makin dikenal, waktu itu pernah pameran di Bandung dan saat itu produk saya langsung habis di hari pertama. Saya juga sering dilibatkan dalam pameran di Pulau Bangka, Pangkalpinang dan sekitarnya,” katanya.

Bagi Apri, PT TIMAH Tbk tidak hanya membantu dirinya dari sisi permodalan untuk mengembangkan usaha, tapi mendukungnya untuk terus berkembang dengan menghadirkan berbagai produk.

Baca Juga  Berbagi di Bulan Ramadhan, PT Timah Tbk Serahkan Paket Sembako untuk Lansia di Bangka Barat

Selain Sambal Lingkung, Apri juga memproduksi wajik, pempek, tekwan, siomay, enjan, empiang goreng, dan kue-kue seperti lapis sagu. Bahkan, untuk produk kue ini dirinya dibantu PT TIMAH Tbk untuk mendapatkan sertifikat halal.

“Terima kasih PT TIMAH terus mendukung dan memotivasi kami para UMKM, terima kasih telah memfasilitasi kami untuk ikut pameran dan pelatihan, modal hingga sertifikat halal. Semoga PT TIMAH terus bersama UMKM,” tutupnya. (*)