“Sambaran petir ini juga menyebabkan beberapa peralatan listrik seperti aki, lampu dan perangkat kelistrikan mati total. Beberapa detik kemudian petir kembali menyambar kapal mereka dan membuat mereka semuanya panik,” ungkap I Made Oka Astawa.

Oka berujar, bahkan beberapa di antara mereka merasa terkena aliran listrik. Saat salah satu ABK hendak mencoba menghidupkan mesin kapal. Namun dinamo starter mesin kapal mereka dalam keadaan hangus terbakar diduga akibat sambaran petir.

“Mereka kemudian coba memperbaiki mesin namun hingga pukul 10.00 Wib mesin tidak dapat menyala. Kemudian salah satu ABK menghubungi pemilik kapal untuk minta bantuan evakuasi. Pemilik kapal kemudian menghubungi Kansar Pangkalpinang,” kata Oka.

Baca Juga  Pasca Tenggelam, Bangkai KM Anggrek I Berhasil Ditarik ke Muara Air Kantung

Atas infomasi, Kansar Pangkalpinang memberangkatkan 1 tim Rescue untuk bergerak menuju lokasi. Tim SAR yang bertolak ke titik koordinat 1°23’10.62″S 105°59’29.94″E dengan jarak 60 nautical mile dari Pelabuhan PTS Pangkalbalam terdiri dari Rescuer.

“Kemudian ada ABK KN SAR Karna 246 juga. Setiba di lokasi, tim komunikasi dengan ABK di kapal untuk pastikan posisi kapal mereka. Setelah beberapa saat posisi kapal mereka berhasil ditemukan. Tim SAR mengevakuasi terhadap ABK kapal,” tambahnya.

Lebih lanjut, kapal mereka lalu ditarik menuju pelabuhan PTS Pangkalbalam. Saat dievakuasi keempat orang ABK dalam keadaan selamat. Dua orang ABK dievakuasi ke KN SAR Karna dan 2 orang lainnya berada di kapal mereka. Saat ini, Operas SAR resmi ditutup.

Baca Juga  Guru asal Mentok Meninggal Dunia usai Alami Lakalantas di Desa Berbura