Angka Kekerasan Anak di Bangka Tengah Naik, hingga September 2025 Capai 57 Kasus
Ia merinci, kekerasan seksual menjadi jenis kasus yang paling banyak terjadi dengan 24 kasus, disusul kekerasan fisik sebanyak 14 kasus. Selanjutnya terdapat kekerasan psikis (1 kasus), penelantaran (4 kasus), perkawinan anak (4 kasus), bullying (4 kasus), pornografi (1 kasus), anak berkonflik dengan hukum (18 kasus), dan perebutan hak asuh (2 kasus).
Data juga menunjukkan bahwa kasus tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Bangka Tengah. Kecamatan Koba mencatat jumlah korban terbanyak yakni 32 anak, disusul Pangkalanbaru (13 anak), Lubuk Besar (11 anak), Simpangkatis (7 anak), Namang (4 anak), dan Sungaiselan (3 anak).
Efrianda menambahkan, fenomena peningkatan kasus kekerasan terhadap anak tidak hanya terjadi di Bangka Tengah, tetapi juga terjadi secara nasional.
“Melihat kondisi anak-anak kita yang sedang tidak baik-baik saja, pemerintah harus bergerak cepat melakukan langkah pencegahan secara masif dan terpadu,” tegasnya.
