Ia menuturkan, dengan langkah ini para ibu hamil dapat melahirkan generasi yang kuat, cerdas, dan sehat. Kepala Dinas Kesehatan Babar, Muhammad Sapi’i Rangkuti menjelaskan bahwa kegiatan PMT merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah.

“Salah satu upaya kita dalam turunkan angka stunting dan kekurangan gizi. Karena berdasarkan data kita, terdapat 120 balita bermasalah gizi dan 206 ibu hamil berisiko KEK di 8 puskesmas se Babar. Puskesmas dengan penerima PMT terbanyak Simpangteritip 89 orang dan Kelapa 55 orang,” katanya.

Dia bilang, setiap kecamatan memiliki tantangan berbeda, namun tujuannya sama. Memastikan pemenuhan gizi bagi ibu dan anak. PMT bukan hanya bantuan, tapi awal dari perubahan pola hidup sehat dalam keluarga. Program ini menjadi simbol perjuangan nyata.

Baca Juga  Jika Jadi, Ini Agenda Syuting Film Ayu Azhari di Mentok

Bagaimana Pemkab Babar berusaha menyejahterakan masyarakat dari akar kehidupan kesehatan ibu dan anak. Ia sebut, Bupati Babar, Markus dan jajaran tidak hanya fokus tentang sektor pembangunan infrastruktur. Akan tetapi juga pembangunan manusia.

“Karena kesejahteraan sejati itu dimulai dari tubuh yang sehat dan jiwa yang kuat. Dengan kolaborasi berkelanjutan, kami optimistis angka kekurangan gizi dan KEK akan terus menurun. Dari tangan-tangan ibu yang kini tersenyum lega, tumbuh harapan baru bagi masa depan anak-anak Babar yang tangguh, sehat, dan berdaya saing,” jelasnya.