Wabup Debby: Santri Harus Jadi Pelopor Kemajuan dan Peradaban Dunia
Lebih lanjut, Wabup Debby membacakan pesan Menteri Agama yang mengajak seluruh santri untuk menjadi generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya. Dunia digital, kata beliau, harus menjadi ladang dakwah baru bagi para santri untuk menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
“Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Rawatlah tradisi pesantren, tetapi juga peluklah inovasi zaman. Bawalah semangat pesantren ke ruang publik, ke dunia kerja, dan ke ranah internasional. Tunjukkan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton,” ujar Wabup Debby.
Selain itu, dalam amanat tersebut juga disebutkan bahwa pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap pesantren melalui berbagai kebijakan, seperti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, serta Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Berbagai program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para santri.
Dalam kesempatan tersebut Wabup Debby juga menyampaikan rasa duka cita atas musibah yang menimpa Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, yang mengakibatkan wafatnya 67 santri. Ia berharap para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan.
Sebagai penutup, Wabup Debby mengajak seluruh santri dan masyarakat untuk terus meneladani semangat perjuangan para ulama dan santri dalam menjaga keutuhan serta kemajuan bangsa.
“Mari kita terus berjuang bersama untuk mengawal Indonesia yang merdeka ini menuju peradaban dunia yang damai dan berkeadaban. Selamat Hari Santri 2025, Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia,” pungkasnya.
Amanat yang disampaikan Wabup Debby menegaskan bahwa Hari Santri Nasional bukan sekadar perayaan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat peran santri sebagai penjaga nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan. Santri diharapkan tidak hanya menjadi pelajar di pesantren, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi Indonesia, menuju bangsa yang berdaulat, berkeadaban, dan berperadaban dunia.
