Oleh karena itu, perumusan CP Mulok yang kontekstual dan adaptif memerlukan pembentukan tim ahli bahasa lokal yang melibatkan akademisi, sastrawan, dan tokoh adat.

Kebudayaan dalam Bingkai Pendidikan

a)Manifestasi Nilai Dasar Kearifan Lokal dalam Pedagogi

Kebudayaan di Kabupaten Bangka Selatan dapat diintegrasikan kedalam pendidikan melalui dua pilar utama : nilai-nilai dasar dan potensi daerah. Nilai-nilai kearifan lokal yang ditetapkan, yaitu religius dan gotong royong, menjadi fondasi moral yang harus diterjemahkan ke dalam praktik pembelajaran sehari-hari, khususnya dalam konteks Pendidikan Anti-Korupsi (PAK).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memiliki peran penting dalam pengelolaan kebudayaan, pelestarian kesenian tradisional, pembinaan lembaga adat, dan pembinaan sejarah lokal. Ini menjamin bahwa aspek-aspek budaya diakui dan dilembagakan dalam sistem pendidikan.

Baca Juga  Miskin Literasi, Kesuburan Bias Otoritas

b)  Pemanfaatan Potensi Komparatif Daerah melalui Mulok Pilihan

Muatan lokal pilihan secara khusus dirancang untuk memberikan bekal kecakapan hidup dan menambah wawasan mengenai potensi daerah. Mandat kurikulum ini ambisius, mencakup pengembangan potensi pariwisata, pertanian, kelautan, perindustrian, dan pertambangan. Ini adalah upaya untuk menghasilkan keterampilan hard skills dan soft skills yang relevan dengan keunggulan komparatif ekonomi daerah.

Dalam implementasinya, potensi budaya dan ekonomi tersebut diterjemahkan melalui beberapa kajian kasus :

  1. Potensi Bahari dan Industri Kecil: Destinasi wisata bahari unggulan seperti Pantai Batu Belimbing dapat dijadikan lokasi belajar riil. Siswa tidak hanya diajak menikmati keindahan, tetapi juga diperkenalkan pada produk khas masyarakat lokal, seperti usaha kecil pembuatan terasi ikan dan udang. Integrasi ini memperkuat pemahaman tentang Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) seperti makanan dan bumbu tradisional.
  2. Identitas Visual: Pengenalan busana tradisional, seperti Pakaian Lang Betedung (wanita) dan Pakaian Punggawa (laki-laki), lengkap dengan filosofi dan detailnya, memastikan bahwa identitas visual budaya lokal juga menjadi bagian dari kurikulum.
Baca Juga  Toboali Bukan Ruang Asing bagi Sastrawan Nasional

Meskipun regulasi di Kabupaten Bangka Selatan berorientasi pada potensi ekonomi yang kompleks seperti kelautan, perindustrian, dan pertambangan, implementasi yang terlihat di lapangan seringkali terbatas pada sektor pariwisata ringan atau seni yang lebih mudah diakses.

Mengajarkan etika dan teknologi dalam industri pertambangan, misalnya, membutuhkan keahlian dan modul yang sangat spesifik. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan perlu berkolaborasi secara mendalam dengan dinas sektor terkait untuk mengembangkan modul Mulok pilihan yang menghasilkan kecakapan hidup yang relevan dengan sektor-sektor strategis, melampaui sekadar pengenalan budaya umum.