Ia menuturkan, ada 3 praktisi dari UPTD Balai Proteksi Tanaman yang terlibat dalam kegiatan ini yakni Hendra Kusnadi, S.P. Inggit Almira, S.Si. dan Rendi Saputra, S.Si.

“Pada kesempatan ini, para praktisi menyampaikan materi terkait peran UPTD dalam pengelolaan dan proteksi tanaman, pengenalan jenis-jenis hama dan penyakit tanaman lokal, serta teknik identifikasi organisme pengganggu tanaman,” tuturnya.

Setelah sesi materi, mahasiswa diajak untuk mengunjungi laboratorium UPTD selama kurang lebih dua jam, guna melihat langsung display dan alat-alat yang digunakan dalam perlindungan tanaman.

“Antusiasme mahasiswa sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, serta mencatat berbagai informasi penting yang disampaikan,” ujar Eka.

“Pengalaman langsung ini menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran, sekaligus memperluas wawasan mahasiswa terhadap aplikasi keilmuan biologi di dunia kerja,” sambungnya.

Baca Juga  Dorong Promosi Wisata di Desa Terong, Universitas Bangka Belitung Gelar Pelatihan Drone

Ia berharap, kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap konsep keanekaragaman hayati, tetapi juga meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan di bidang sains terapan, khususnya dalam konservasi dan perlindungan tanaman.