Ada dua kategori kelas bonsai yang di nilai yakni Kelas Prospek dan Kelas Endemik (Sapu-Sapu).

Penilaian dalam kontes bonsai ini dengan mendatangkan juri nasional. Penilaian meliputi empat kriteria, yaitu gerak dasar, keserasian, penampilan, dan kematangan tanaman.

Ketua PPBI Bangka Selatan, Darman Indra Putra menyampaikan, “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk wadah bagi seniman bonsai untuk unjuk hasil karya bonsai yang terbaik yang dimiliki masing masing peserta, selain itu juga untuk memperkenalkan seni bonsai kepada masyarakat diberbagai kalangan.”

Selama kegiatan pameran bonsai berlangsung kunjungan masyarakat untuk melihat hasil karya bonsai yang ditampilkan begitu tinggi, di mana banyak yang bertanya mengenai bagaimana proses untuk menjadi sebuah karya bonsai yang memesona serta ada juga bertanya mengenai harga bonsai dan jenis pohon yang ditampilkan di pameran bonsai.

Baca Juga  Yuk Daftar! Pemkab Basel Buka Beasiswa Junjung Besaoh Goes to Campus 2025

Aliw Senain dan Dedi Sutra selaku Sekretaris dan Wakil Ketua PPBI Cabang Bangka Selatan, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Basel yang telah memberi dukungan kepada seniman bonsai.

“Begitu juga dengan masyarakat yang telah hadir berkunjung untuk melihat penampilan kegiatan Kontes Bonsai Mandiri Kemilau Pesona Bangka Selatan serta kepada semua penghobi bonsai yang telah berpartisipasi, kami ucapkan terima kasih,” kata Aliw didampingi Dedi Sutra.

“Semoga ke depannya acara pameran dan kontes bonsai seperti ini tidak hanya tingkat lokal namun menjadi pameran tingkat nasional (pamnas) sehingga dapat di ikuti peserta dari luar Bangka Belitung dengan demikian semangkin banyak wisatawan berkunjung ke negeri junjung bersaoh yang kita cintai ini,” tutupnya.

Baca Juga  Bawa Sajam di Acara HUT RI Desa Bencah, Pemuda asal Nyelanding Diciduk Polisi