“Gerakan 2B kami gagas untuk mendorong kebiasaan yang bisa diterapkan setiap hari. Bersih dari sampah dan bawa tumbler bukan tren sesaat, ini bagian dari kesadaran bahwa perubahan berawal dari diri sendiri. Kampus adalah ruang belajar, dan sudah seharusnya menjadi contoh lingkungan yang sehat dan tertata.”

Dosen Pembina HIMASERDA, Randi Syafutra, S.Si., M.Si., juga turut memberikan dorongan.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa konservasi tidak harus dimulai dari hal besar. Tindakan kecil yang dilakukan konsisten oleh banyak orang selalu menghasilkan dampak. Mahasiswa memiliki peran strategis untuk menumbuhkan kebiasaan baik yang bisa menjelma menjadi budaya kampus.”

Suasana kegiatan berlangsung aktif dan komunikatif. Sejumlah mahasiswa memanfaatkan momentum ini untuk berdiskusi mengenai kebijakan pengurangan sampah plastik di ruang kampus, sekaligus mencari peluang agar Gerakan 2B dapat diperluas dalam bentuk program rutin.

Baca Juga  BKKBN Babel Verifikasi Validasi Data Keluarga Berisiko Stunting

HIMASERDA menegaskan komitmennya untuk menyambungkan gerakan ini ke kegiatan lain berbasis pelestarian lingkungan sebagai bentuk pembiasaan, bukan sekadar proyek.

Gerakan 2B menjadi contoh sederhana bahwa kesadaran lingkungan tidak harus menunggu momentum besar. Asal dijalankan dengan konsisten, kebiasaan bersih sampah dan membawa tumbler dapat menjadi fondasi perubahan perilaku ekologis di ruang akademik. HIMASERDA berharap ekosistem kampus semakin mendukung gaya hidup hijau melalui peran kolektif seluruh civitas akademika.