Hari Jadi ke-317 Kota Toboali: Trilogi Hekaban, Hekawan, dan Heberuyot
“Masa lalu diwakili oleh akumulasi sejarah dan keberagaman yang telah ada, masa kini diwujudkan dalam hubungan persaudaraan yang hidup dan dinamis, sedangkan masa depan ditujukan untuk mempertahankan dan menguatkan ikatan keluarga besar sebagai pondasi membangun masa depan,” ujar Riza.
Riza menyampaikan bahwa Toboali dikenal sebagai wilayah yang sarat nilai sejarah perjuangan melawan kolonialisme dan melahirkan banyak tokoh pejuang bangsa.
“Kota Toboali dikenal sebagai wilayah yang diwarnai tradisi perlawanan terhadap kolonialisme serta melahirkan banyak tokoh pejuang pada abad ke-19. Tokoh-tokoh seperti Raden Keling, Raden Ali, Batin Tikal, Batin Pa Amien, dan Batin Ganing tercatat dalam sejarah perjuangan di berbagai peristiwa peperangan melawan kekuasaan kolonial,” ujarnya.
Ia menambahkan, catatan perjuangan para tokoh tersebut membentuk identitas Toboali sebagai wilayah yang berjiwa merdeka dan berdaya juang tinggi terhadap segala bentuk penjajahan.
Semangat perjuangan masyarakat Toboali kini menjadi simbol kemajuan dan integrasi sosial yang kokoh. Ia menyebutkan bahwa Toboali telah menjelma menjadi komunitas yang dinamis, inklusif, dan kohesif di tengah keberagaman masyarakatnya.
“Pemusatan ini menjadi landmark baru yang menandai kemajuan, dinamisme, dan integrasi wilayah Toboali ke dalam jaringan yang terpadu. ‘Junjung Besaoh’ berperan sebagai perekat, membentuk sebuah ‘komunitas imajiner’ yang inklusif, di mana semua suku tidak hanya hidup berdampingan, tetapi telah melebur dalam sebuah kesatuan sosial yang kohesif,” jelasnya.
Peringatan Hari Jadi Kota Toboali ke-317 bukan hanya perayaan sejarah, melainkan juga momentum untuk memperkuat semangat persaudaraan, persatuan, dan gotong royong menuju Bangka Selatan yang maju dan sejahtera.
