Siswa Kelas 5 SDIT Alam Cahaya Belajar Dunia Kerja Melalui Program Magang
Siswa Kelas 5 SDIT Alam Cahaya Belajar Dunia Kerja Melalui Program Magang
BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID — Sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek dan penguatan Profil Pelajar Pancasila, siswa-siswi kelas 5 SDIT Alam Cahaya Toboali melaksanakan kegiatan magang di enam lokasi berbeda selama empat hari, mulai Senin-Kamis, 20-23 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada siswa untuk belajar langsung dari lingkungan kerja yang sesungguhnya.
Enam lokasi magang tersebut adalah Tempe Berkah Pak Habib, Balai Pertanian, Tambak Ikan Pak Irvan, Pabrik Tahu Sumedang, Peternakan Mbe’ Al-Qois, dan Lesgomoezu Tambak Ikan.
Selama magang, siswa tidak hanya mengamati, tetapi juga ikut terlibat dalam berbagai kegiatan kerja sesuai bidangnya masing-masing.
Magang di Tempe Berkah Pak Habib
Di tempat ini, siswa belajar proses pembuatan tempe mulai dari perendaman, perebusan, hingga pembungkusan. Mereka juga diajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan ketelitian dalam setiap proses. Anak-anak tampak antusias saat membantu membungkus tempe dan melihat hasil fermentasi kedelai secara langsung.
Magang di Balai Pertanian
Siswa yang magang di Balai Pertanian mendapat pengalaman mengenal berbagai jenis tanaman pangan, cara menanam, serta teknik perawatan tanaman. Mereka juga belajar tentang manfaat pupuk organik dan bagaimana pertanian berperan penting dalam ketahanan pangan nasional. Para petugas memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba menanam bibit secara langsung.
Magang di Tambak Ikan Pak Irvan
Di tambak ini, siswa mempelajari proses pembibitan ikan, pemberian pakan, hingga panen. Mereka juga diajak mengamati kualitas air dan belajar tentang siklus hidup ikan air tawar. Kegiatan ini membuat siswa semakin menghargai profesi petambak dan pentingnya menjaga ekosistem perairan.
Magang di Pabrik Tahu Sumedang
Siswa belajar proses pembuatan tahu, mulai dari penggilingan kedelai hingga pengemasan. Mereka kagum melihat kerja sama tim dalam proses produksi dan disiplin waktu yang diterapkan. Anak-anak juga memahami bagaimana sebuah usaha kecil bisa berkembang menjadi usaha produktif yang bermanfaat bagi masyarakat.
