Himaserda Unmuh Babel Bergerak: Cegah Ledakan Lobster Invasif di Perairan Desa Petaling
Sementara itu, Lucky Afriza Fernando menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran lapangan sekaligus ajang kolaborasi ilmiah mahasiswa.
“Melalui pengamatan langsung di lapangan, kami bisa melihat bagaimana spesies asing seperti C. quadricarinatus berpotensi mendominasi habitat asli dan menekan populasi spesies lokal. Ini menjadi pengalaman penting bagi kami untuk memahami langsung tantangan konservasi,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan penuh dari Dosen Pembina HIMASERDA Unmuh Babel, Randi Syafutra, S.Si., M.Si. Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini penting untuk membentuk karakter konservatif dan ilmiah mahasiswa.
“HIMASERDA sudah berada di jalur yang tepat. Kegiatan ini bukan hanya menambah wawasan ekologis, tapi juga membangun empati lingkungan dan tanggung jawab sosial mahasiswa terhadap keanekaragaman hayati,” ujar Randi.
Melalui kegiatan ini, HIMASERDA Unmuh Babel berupaya menumbuhkan kesadaran publik terhadap bahaya introduksi spesies non-endemik yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.
Gerakan ini juga menjadi bukti nyata bahwa langkah konservasi bisa dimulai dari komunitas kampus dan masyarakat lokal, dengan pendekatan ilmiah dan edukatif yang konstruktif.
Diharapkan aksi ini menjadi titik awal pengendalian populasi lobster invasif di Bangka Belitung, sekaligus inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus bergerak menjaga keberlanjutan ekosistem air tawar Indonesia.
