Kenaikan Harga Timah Bawa Angin Segar bagi Penambang Rakyat
“Biasanya istri yang ngatur uang, kalau harga timah bagus pasti pendapatan nambah. Setidaknya kita bisa sedikit simpan uangnya. Karena kebutuhan juga bertambah. Harga naik dan stabil ini baru dalam beberapa minggu, biasanya kan harga cepat sekali turun naik. Semoga nanti bisa naik lagi,” harapnya.
Saat disinggung soal konflik harga timah yang mencuat beberapa waktu lalu. Rafiq mengatakan, dirinya memang sudah merasakan kenaikan harga timah dan saat ini hanya ingin ikut aturan main yang berlaku yang penting dirinya bisa bekerja dengan tenang.
“Susah juga kalau harga mahal tapi enggak ada yang mau beli. Semoga nanti harga enggak turun lagi, karena dengan harga yang sekarang pas-pasan sekali,” ucapnya.
Dia menceritakan, sebelumnya dirinya hanya penambang kecil biasa yang bekerja kucing-kucingan di kawasan IUP PT TIMAH Tbk. Namun, dengan diakomodir dari CV dirinya bisa lebih tenang.
“Sekarang lebih tenang saja kalau mau kerja dan tinggalin alat karena diurus CV, kalau dulu kan kapan ada razia berhari-hari kita enggak kerja. Kalau sekarang sudah tenang. Jualnya enggak susah, harganya juga hampir sama,” ceritanya.
Senada dengan penambanh lainnya, Faisal yang mengaku harga timah yang sekarang sudah stabil. Ia berharap harganya bisa terus naik sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan Penambang.
“Dulu ada harga mahal tapi kita susah mau jual, kalau sekarang harga Rp160 ribu dibeli CV, dan setelah naik ke darat kita bisa jual. Pulang-pulang kita bisa bawa uang, anak istri bisa belanja,” ceritanya.
Ia berharap, kedepannya harga bisa lebih naik lagi sehingga mereka bisa menabung. Pasalnya, pendapatan sebagai tidak menentu tergantung rezeki.
“Semoga nanti naik lagi, dulu sempat sampai Rp180.000. Tapi dengan harga sekarang kita sudah Alhamdulillah, karena kan barangnya di laut enggak tentu kita dapat bahkan ada juga kadang enggak ada dapatnya,” ujarnya. (*)
