Aktivitas Tambang Merbuk Ancam Roboh Tower SUTT hingga Pemadaman di Dua Kabupaten

BANGKA TENGAH, TIMELINES.ID — PLN ULP Koba mengungkapkan kekhawatiran atas potensi robohnya SUTT 150 kV, akibat aktivitas tambang ilegal kawasan Merbuk, Kenari, dan Pungguk.

“Kalau kondisi di Merbuk sekarang, batas penambang dari tower kita (PLN) adalah 116 meter per hari ini, yang kita khawatirkan adalah ketika para penambang ini menambang di bawah line (batas aman) kita, takutnya ada risiko kecelakaan masyarakat umum, kita mengantisipasi jangan sampai ada warga yang kesetrum,” ungkap Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Koba, Eko Fernando, pada Rabu (29/10/2025).

Menurut Eko, jika penambang melewati batas aman jarak tower, yakni 100 meter, maka akan ada pergerakan pondasi dan kemiringan.

Baca Juga  Tak Ingin Warga Terseret Hukum, Kades Nibung Minta Tambang di Merbuk Setop Beroperasi

“Kemudian, ketika mereka sudah melewati dari batas aman kita, akan ada pergerakan pondasi dan kemiringannya, nanti akan berdampak tumbangnya tower kita, dampaknya nanti akan terjadinya pemadaman,” terangnya.

Ia mengatakan, pemadaman ini bukan hanya berdampak ke Bangka Tengah, tapu juga Bangka Selatan.