Rommy S Tamawiwy: BEF 2025, Ajang Diskusi Para Pakar, Ekonom, Akademisi, dan Pelaku Usaha
Begitu juga dari sisi inflasi, Bangka Belitung tercatat mengalami inflasi yang relatif terjaga sebesar 1,82% (yoy) pada bulan September 2025. Inflasi Babel tersebut lebih rendah dari Nasional sebesar 2,65% (yoy) sekaligus berada di urutan ketujuh terendah se-Nasional sekaligus berada di bawah sasaran target 2,5±1%.
“Tingkat inflasi Babel relatif stabil, namun masih didorong oleh komoditas volatile food,” ujarnya.
Menurutnya ke depan perlu tindak lanjut dan fokus lebih terhadap laju kenaikan harga komoditas volatile food. Khususnya untuk komoditas hortikultura pangan seperti aneka bawang dan aneka cabai serta komoditas pangan lainnya seperti daging ayam, ras dan beras.
Merespon kondisi ini, program pengendalian inflasi daerah melalui program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan sinergi TPID, perlu difokuskan dalam upaya menjaga daya beli masyarakat dan ketersediaan pasokan bahan pangan.
“Langkah strategis tersebut perlu untuk segera diupayakan bersama guna menjaga tingkat inflasi berada dalam sasaran sekaligus dapat mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung,” tutup Rommy.*
