Tak hanya itu, Agus juga menyayangkan, mereka yang terjangkit HIV rata-rata didapati pada usia produktif atau 18 tahun ke atas.

“Jadi mereka ini rata-rata di usia produktif 18 tahun ke atas, tetapi juga ada beberapa anak namun mereka kemungkinan besarnya didapat dari ibunya,” katanya.

Menurut dia, dengan kondisi data terbaru perilaku seks menyimpang yang mendominasi angka HIV ini, kemungkinan tidak menutup kemungkinan besar angka itu terus meningkat.

“Kemungkinan angka ini bisa naik terus untuk dari tahun ke tahunnya, karena masih banyak di luar sana didapati prilaku seksualnya yang menyimpang. Apalagi Bangka Selatan ini juga angkanya termasuk angka HIV yang tertinggi di Bangka Belitung,” ujarnya.

Baca Juga  Polda NTB: Kabag Kesra Bangka Selatan Tidak Terbukti Bawa Obat Terlarang

Untuk menekan laju penyebaran HIV, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, mulai dari lingkungan sekolah hingga tempat-tempat umum. Seluruh Puskesmas di Basel juga diminta aktif melakukan skrining dan penyuluhan di berbagai lokasi, termasuk tempat lokalisasi, dua hingga tiga kali dalam setahun.

“Kami bersama bidang Pengendalian Penduduk dan KB terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Duta Genre, untuk memberikan edukasi tentang bahaya HIV. Sosialisasi difokuskan pada pencegahan melalui perilaku sehat dan menghindari penyimpangan seksual. Kita juga akan mengajak dinas terkait seperti dinas pendidikan dan Dinas Pariwisata untuk lebih berperan aktif mensosialisasikan,” pungkasnnya.