Sementara, Kabid Pemberdayaan TIK dan Kehumasan dari Diskominfo Babar, Meidiyan, mengapresiasi sambutan hangat dari pegawai Diskominfo Kota Palembang. Ia mengatakan, memang, pihaknya perlu banyak belajar dalam membangun hubungan kemitraan dengan perusahaan pers.

“Pertama kami mohon maaf Pak Kadis belum bisa hadir karena ada kegiatan MTQ di kita Pak. Di sini kita bawa 4 sampai 5 orang dari bidang TIK dan awak media yang bekerjasama dengan kita. Tujuannya kita ingin silaturahmi, belajar dalam pengelolaan kerja sama media,” katanya.

Menurutnya, di tengah perkembangan media massa yang pesat saat ini, pola kemitraan dengan perusahaan pers harus dibangun dengan baik. Baik dari sisi penganggaran, sistem kerja sama dan payung hukum yang membawahi sehingga tidak melanggar peraturan.

Baca Juga  Tingkatkan Pengelolaan Keuangan, Anggota Panwascam di Babar Ikuti Bimtek

Hal senada juga disebutkan Ketua PWI Babar, Husni. Ia menuturkan, kunjungan ini melibatkan Diskominfo Babar dan 9 orang awak media yang menjalin kerja sama. Dengan datang ke Diskominfo Palembang, ia ingin lebih dalam terkait sistem kerja sama pemberitaan.

“Karena di kita itu Pak ada sekitar 27 media yang bekerjasama dengan Dinas Kominfo. Kesempatan studi tiru ini akan kami bawa nantinya ke Babar. Mudah-mudahan tahun depan bisa selesai Perbup untuk mengatur metode kerja sama,” kata Ketua PWI, Husni.

“Cuma yang kami ingin lebih gali di sini regulasinya bagaimana. Apalagi Kota Palembang, banyak wartawannya. Itu bagaimana juga mengaturnya agar visi dan misi bisa sejalan dengan Pemkot Palembang. Namun tidak membatasi ruang gerak awak media,” jelas Husni.

Baca Juga  Tukar Pengalaman, OSIS Smansa Simba Studi Tiru ke SMAN 1 Pemali

Setelah itu, Diskominfo Babar dan PWI serta awak media lainnya melakukan kunjungan ke Sekretariat PWI Sumsel. Kedatangan rombongan disambut oleh Ketua PWI Sumsel, Kurniadi dan jajaran pengurus. Selain silaturahmi, banyak hal yang dibahas pada pertemuan itu.

Mulai dari bagaimana peran organisasi menyikapi perkembangan perusahaan pers yang tak terbendung. Kemudian pola kemitraan dengan pemerintah dan swasta. Serta kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan PWI untuk menyortir media dan wartawan abal-abal di lapangan.