Keesokan harinya, Jumat (31/10/2025) pukul 09.00 WIB, keluarga korban berangkat mencari di lokasi yang diinformasikan, namun tidak menemukan keberadaan kapal. Upaya pencarian terus dilakukan hingga Sabtu (1/11/2025) pukul 07.00 Wib tanpa hasil. Mengetahui hal ini, keluarga korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Kansar Pangkalpinang.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Kansar Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, segera memberangkatkan satu tim rescue dari Unit Siaga SAR (USS) Mentok.

“Kami merespons cepat laporan dari masyarakat yang mengabarkan bahwa keluarganya mengalami lost contact dan mati mesin di perairan Tanjung Genting,” jelas I Made Oka Astawa.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Rescuer USS Mentok, Ditpolairud Polda Babel, BPBD Bangka Barat, dan nelayan setempat berangkat menuju lokasi dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas.

Baca Juga  Polres Babar Kembali Tanam 200 Pohon Jambu Mete di Lahan Eks Tambang Belo Laut

Saat tim masih dalam proses pencarian, pihak keluarga menginformasikan bahwa kapal korban telah dilihat dan ditarik oleh nelayan lain yang kebetulan melintas. Nelayan tersebut menarik kapal korban menuju pantai terdekat, tempat posko Tim SAR didirikan.

Tim SAR segera bergerak cepat menuju posisi penemuan dan berhasil menemui kapal korban pada jarak 38 Nautical Mile dari lokasi kejadian awal (LKP).

“Alhamdulillah korban dalam keadaan selamat. Kemudian kita mengawal dan mengamankan korban hingga ke darat. Atas berhasilnya ditemukan korban, maka operasi SAR dinyatakan ditutup,” pungkas Oka.