Momen Haru di Puncak Diksar HW Unmuh Babel 2025: Hasduk Jadi Saksi Perjuangan
“Saya bangga dan puas karena kegiatan ini berjalan dengan lancar. Kita dapat merasakan kebersamaan dan pengalaman berharga yang menimbulkan rasa bahagia dan semangat baru. Saya juga merasakan ikatan solidaritas yang sangat erat karena sudah berjuang dan bekerja sama dalam menghadapi cuaca hujan. Dari sini tumbuh rasa percaya diri yang lebih besar karena berhasil melakukan hal-hal baru,” tutur Edi.
Edi juga menyampaikan pesan pesan penuh kebanggaannya untuk rakanda dan ayunda seperjuangan agar tetap bersemangat dalam mengamalkan ilmu serta pengalaman yang kita peroleh selama Diksar. Dengan menjaga kekompakan, terapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, dan terus berlomba dalam kebaikan.
Selama kegiatan, terdapat penyampaian materi, di antaranya disampaikan oleh KOPASSAS IAIN SAS Bangka Belitung tentang Navigasi Darat dan Pengenalan Rappelling, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) oleh Ramanda Darussalam A.M.Kep., S.H., serta Sejarah Wisata Gunung Mangkol oleh Komunitas Pengelola Gunung Mangkol yaitu Bujang Squad.
Penutupan Diksar HW Unmuh Babel 2025 menjadi simbol akhir dari masa pelatihan, namun juga menjadi awal perjalanan baru bagi para peserta untuk terus berkiprah sebagai kader yang berakhlak, disiplin, dan siap mengabdi bagi persyarikatan, umat, serta bangsa.
Meski ditutup dengan air mata, kegiatan ini meninggalkan kenangan mendalam tiga hari penuh perjuangan, kebersamaan, dan semangat yang akan selalu dikenang sebagai bukti tekad dan keikhlasan para calon pemimpin masa depan.
