Sementara itu, Koordinator kegiatan, Kak Diah Vitaloka, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta untuk saling memahami dan menghormati perbedaan antaragama.

“Anak-anak muda perlu ruang untuk berdialog, berinteraksi, dan belajar langsung bagaimana indahnya keberagaman,” ungkap Kak Diah.

Sedangkan Ketua Dewan Kerja Daerah (DKD) Kepulauan Bangka Belitung, Kak Akhlakul Kanaah, menuturkan bahwa antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan semangat tinggi dalam membangun toleransi dan persaudaraan.

“Kami bangga melihat semangat teman-teman Penegak dan Pandega yang sangat antusias mengikuti setiap sesi. Ini menandakan mereka siap menjadi pelopor perdamaian,” ujarnya.

Suasana kegiatan selama dua hari tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat. Peserta berdiskusi, bertukar pandangan, serta menunjukkan rasa saling menghormati di setiap kegiatan. Banyak dari mereka mengaku mendapatkan pengalaman berharga, terutama saat mengunjungi tempat ibadah yang sebelumnya belum pernah mereka datangi.

Baca Juga  24 Tahun Bangka Belitung, Didit: Rakyat Butuh Kerja Nyata Para Petinggi

Melalui Dialog for Peace 2025, Kwarda Gerakan Pramuka Kepulauan Bangka Belitung berharap dapat melahirkan generasi muda yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan perdamaian. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Pramuka tidak hanya membentuk karakter tangguh dan mandiri, tetapi juga berperan aktif dalam memperkuat keharmonisan di tengah masyarakat yang beragam.