“Nah untuk menulis cerita, contohnya cerpen harus menemukan tema dan ide cerita yang unik, jangan lupa orak-orek kerangka penukisan dan riset, kemudian nulis itu sampai selesai dan ingat untuk direvisi,” tutur pria yang rutin memenangkan lomba menulis di Kantor Bahasa Babel ini.

Sementara itu, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengatakan kegiatan ini memang diupayakan untuk terus dilakukan guna memberikan semangat kepada teman-teman yang suka menulis dan cinta literasi.

“Penulis sangat penting hadir di tengah-tengah kita, karena tanpa mereka kita tidak bisa membuka jendela dunia, jadi sekali lagi ini upaya yang kita lakukan kepada para literasi untuk mereka bisa mengembangkan karya-karyanya,” ujarnya.

Baca Juga  Antusias, Bincang Novel Cinta di Bawah Tudung Saji Karya Penulis Bangka Selatan

Algafry menuturkan, untuk meningkatkan minat terhadap dunia literasi, pihaknya juga mengencarkan lomba menulis dan lainnya.

“Saya juga minta dinas terkait untuk menggelar lomba menulis, minimal 3 bulan sekali,” imbuhnya.