Disamping itu, Viktor juga kembali menegaskan bahwa seluruh jajaran Kepolisian hingga tingkat Polsek telah diarahkan untuk berkoordinasi dengan posko tanggap darurat di daerah masing-masing.

Hal itu, lanjut Viktor, dilakukan guna memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat.

“Setiap personel sudah memiliki peran masing-masing di lapangan. Kita ingin memastikan sinergi antara unsur kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat berjalan baik, sehingga evakuasi dan penyaluran bantuan dapat dilakukan tanpa hambatan,” pungkasnya.

Senada, Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan hal yang sangat penting dalam menghadapi ancaman bencana yang tidak dapat diprediksi.

Menurutnya, kesiapan ini bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga  Kapolda Babel Kunjungi Polres Bangka Selatan

“Kita harus mempersiapkan diri sejak dini. Tidak cukup hanya mengandalkan aparat, tetapi juga memastikan setiap daerah memiliki kesiapan yang nyata, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana pendukungnya,” ujar Hidayat.

Ia meminta seluruh kepala daerah di kabupaten dan kota agar memiliki rencana kontinjensi yang jelas serta data akurat mengenai wilayah rawan bencana di daerah masing-masing.

“Setiap bupati harus tahu potensi bencana di wilayahnya masing-masing. Kita harus punya sistem gerak cepat dari provinsi hingga ke tingkat Polres agar penanganannya lebih efektif. Ini semua demi kepentingan rakyat,” sebutnya.

Gubernur Hidayat juga menyoroti pentingnya penanganan pascabencana yang menyeluruh, tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur tetapi juga aspek sosial dan pendidikan.

Baca Juga  Pimpin Apel Kesiapsiagaan Hadapi Bencana, Ini Pesan Bupati Mulkan

“Jangan lupa, saat bencana terjadi, anak-anak bisa kehilangan semangat belajar. Maka, perlu disiapkan guru darurat agar proses pendidikan tetap berjalan. Kita harus memperhatikan kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak korban bencana,” tegasnya.***