Menjadi Guru yang Peduli
Kita juga bisa memperoleh informasi, setelah itu mencoba untuk memahami permasalahan siswa dan memberikan dukungan-dukungan yang pas untuk permasalahannya.
Selain mencoba untuk memberikan dukungan langsung kepada siswa, sebagai seorang guru kita juga bisa memberikan semangat lewat teman sekelasnya atau teman yang dekat dengan siswa yang membutuhkan dukungan tersebut.
Memberitahukan kepada mereka untuk peka terhadap teman-teman sekelasnya serta memberikan dukungan dan semangat. Tidak lepas dari itu saja kita juga harus terus memantau perkembangan yang terjadi.
Sebagai seorang pendidik kita juga tidak bisa bekerja sendiri, kita harus berkolaborasi dengan pihak terkait seperti orang tua siswa, rekan sejawat dan seluruh siswa.
Bentuk kolaborasinya yaitu dengan cara membicarakan permasalahan yang terjadi dengan orang tua maupun rekan sejawat untuk mencari solusi terbaik bagi siswa yang bermasalah.
Menjadi guru di sekolah sekaligus menjadi orang tua di rumah, ini merupakan suatu kebetulan yang luar biasa.
Hal ini memudahkan kita untuk mengetahui pola tingkah laku anak di rumah dan di sekolah.
Terkadang tingkah laku anak di rumah tidak sama dengan tingkah laku di sekolah, siswa yang bisa disebut manipultif terkadang bisa mengecoh dan menimbulkan perdebatan antara guru dan orang tua.
Sebagai orang tua di rumah kita juga harus peka dengan anak kita dan tidak hanya mengandalkan guru saja. Kolaborasi dan komunikasi intensif tentu harus tindakan yang harus kita lakukan.
Untuk itu sudahkah kita menjadi guru yang memiliki kepedulian terhadap siswa kita? Atau hanya menggugurkan kewajiban kita saja sebagai seorang guru? Jadilah guru yang memiliki kepedulian terhadap siswa tanpa paksaan dan bukan hanya sekedar memenuhi tanggung jawab saja.
