Tanah jarang kini menjadi bahan yang diperebutkan. Alasannya karena tanah jarang adalah bahan mentah membuat teknologi masa depan bisa hidup. Dari sisi energi bersih, unsur seperti Neodymium dan Praseodymium untuk membuat magnet super kuat di motor listrik serta turbin angin.

Pada industri pertahanan, unsur Terbium dan Dysprosium menjadi komponen vital rudal berpandu, radar hingga sensor militer canggih. Teknologi sipil, peran unsur Yttrium, Europium dan Lanthanum digunakan untuk dasar layar LED, laser hingga chip semikonduktor.

Karena menjadi DNA teknologi modern, negara-negara besar sedang berlomba untuk membangun cadangan strategis nasional. Amerika Serikat membentuk kerja sama dengan Australia, Jepang dan Uni Eropa untuk memperkuat rantai pasok logam kritis lewat berbagai proyek bersama.

Baca Juga  Polda Metro Selidiki Rencana Komunitas LGBT se-ASEAN Kumpul di Jakarta

Termasuk fasilitas pemurnian dan pembuatan magnet di luar China. Rare Earth Element dinilai Departemen Pertahanan Amerika Serikat menjadi komponen vital keamanan nasional.

Di tengah situasi itu, Pemerintah China semakin memperketat kendali dalam negerinya. Memperluas lisensi ekspor dan memusatkan produksi pada perusahaan-perusahaan negara.