Pemkab Babar Targetkan PAD 2025 Tembus Rp126 Miliar, Segini Realisasinya
Untuk menggenjot PAD Babar ke depan tentu telah disiapkan langkah-langkah oleh BP2RD. Seperti akan melakukan intensifikasi dengan memaksimalkan sumber pendapatan yang ada. Metode yang dilakukan dengan memperbaharui data objek pajak.
“Itu titik awalnya atau starting poinnya di situ. Kalau kita sudah punya data yang kuat, maka kita akan lebih mudah menagihnya. Tetapi kalau datanya tak kuat, maka akan terjadi kebocoran di mana-mana,” ungkap Muhammad Ali.
“Bahkan yang tadinya harusnya ditagih, tidak tertagih karena kita tidak punya data tersebut. Kita juga harus update nilai objek pajak, kalau tidak, tentunya tidak menyesuaikan dengan kondisi sekarang. Berarti pendapatan akan stagnan,” tambah Ali.
Selain intensifikasi, eksentifikasi pada sumber pendapatan juga harus tetap dilakukan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari memperluas basis pajak dengan mengidentifikasi dan mendaftarkan wajib pajak baru.
Namun tetap memenuhi syarat subyektif dan obyektif seperti memiliki penghasilan yang memenuhi kriteria. Di samping itu, edukasi dan sosialisasi ke masyarakat akan jadi bagian dari upaya BP2RD dalam memaksimalkan potensi pendapatan.
“Karena membayar pajak bukan beban, tapi sebagai investasi pembangunan daerah. Karena dengan pajak, uang ini akan kembali lagi ke masyarakat untuk pembangunan. Bukan masuk ke pimpinan daerah, OPD yang melakukan itu. Tapi akan masuk ke kas daerah, itu yang akan kita edukasi,” ungkap Ali.
