SMAN 1 Namang Belajar Jejak Budaya Suku Mapur dan Benteng Kuto Panji di Belinyu
Ia berharap seluruh siswa dapat memahami kearifan lokal masyarakat Bangka Belitung, sekaligus meningkatkan budaya literasi dan numerasi mereka.
“Kami mencita-citakan siswa yang tanggap, tanggon, dan trengginas (cekatan dan terampil) dalam menyelesaikan tantangan kehidupan,” pungkasnya.
Kegiatan belajar di luar kelas ini disambut baik oleh para siswa. Aldi Oktavian, salah satu siswa kelas XII, mengungkapkan bahwa lawatan ini memberikannya jeda yang menyegarkan.
”Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena bisa menambah wawasan mengenai sejarah-sejarah yang ada di Bangka Belitung, lebih tepatnya di Kabupaten Bangka. Kami bisa langsung berinteraksi dengan peninggalan dari masa lampau,” kata Aldi.
Ia menambahkan, “Lawatan sejarah ini juga memberikan kesempatan bagi kami untuk lebih santai setelah Tes Kemampuan Akademik (TKA).”
Lawatan sejarah SMAN 1 Namang ke Belinyu ini menjadi bukti komitmen sekolah dalam menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, memperkuat identitas budaya, dan membentuk karakter siswa yang unggul.
