“Banyak hal baru yang saya pelajari di sini, seperti sejarah terbentuknya Pulau Bangka, budaya masyarakat Bangka, hingga perkembangan pertambangan timah dan teknologi peleburan,” katanya.

Senada dengan Affina, siswa lainnya, Jeki, juga merasa kunjungan ini sangat bermanfaat.

“Setelah berkunjung ke sini, saya jadi tahu lebih banyak tentang sejarah Bangka Belitung dan pertambangan timah yang menjadi ciri khas daerah kita. Semoga bisa datang lagi ke sini,” ujarnya.

Wali kelas 9 SMP Islam SMART, Intan Istiqomah, menyampaikan rasa syukurnya karena dapat membawa para siswa belajar langsung ke museum bersejarah ini.

“Ini pengalaman pertama kami dan anak-anak berkunjung ke museum di Pulau Bangka. Harapannya, ilmu yang didapat bisa dikembangkan dan dibagikan lagi kepada teman-teman di sekolah. Kami juga baru tahu bahwa museum ini merupakan hasil kolaborasi tiga negara, dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bangka,” jelasnya.

Baca Juga  Dukung Pelaku Usaha Kecil, PT Timah Hadirkan Sentra UMKM di Nelayan II Sungailiat

Melalui kegiatan seperti ini, Museum Timah Indonesia Mentok terus menjadi wadah pembelajaran sejarah dan budaya, sekaligus memperkuat kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga warisan industri timah yang menjadi bagian dari perjalanan panjang Bangka Belitung.