PLN Dorong Transformasi Tambak Udang Babel Lewat Forum Shrimp Farming Summit 2025
“Kami ingin tumbuh bersama para pelaku usaha tambak dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi menjadi kata kunci untuk mewujudkan ekosistem tambak modern yang efisien dan berkelanjutan di Bangka Belitung,” jelas Eri.
FGD tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang diskusi, namun juga wadah memperkuat jaringan, berbagi pengalaman, dan merumuskan solusi atas berbagai tantangan industri tambak vaname di Babel.
Sementara itu mewakili Gubernur Bangka Belitung, Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemprov Kepulauan Babel, dr. H. Andri Nurtito, MARS, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi terus menjalin komunikasi dengan PLN untuk memastikan ketersediaan suplai energi bagi pelaku budidaya udang.
“PLN telah memberikan dukungan suplai energi sehingga proses budidaya dapat berjalan lebih lancar, efisien, dan efektif. Melalui FGD ini, berbagai pihak dapat melahirkan alternatif solusi untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan pelaku tambak,” ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Tambak Udang Indonesia (APTIN) Bangka Belitung, Ahmad Safran. Ia menilai ketersediaan listrik PLN bagi pengusaha tambak selama ini berjalan baik tanpa hambatan berarti.
“Kerja sama dengan PLN cukup baik. Pasokan listrik stabil dan lebih efisien dibanding penggunaan genset. Dari sisi biaya, listrik PLN jauh lebih murah dan minim risiko dibanding solar,” ujarnya.
Menurut dia, tantangan utama pelaku tambak saat ini selain risiko virus ialah harga jual yang rendah di pasar ekspor, khususnya ke Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat sebagian tambak memilih tidak berproduksi bila harga belum mampu menutupi break even point.
“Usaha tambak harus tetap mengutamakan profit. Jika harga tidak menutup biaya produksi, tentu sulit untuk beroperasi,” ujarnya.
FGD ini menjadi momentum penting bagi pemerintah, PLN, asosiasi, dan pelaku usaha untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong perkembangan industri tambak udang yang produktif, efisien, dan berkelanjutan di Bangka Belitung.
