Masjid Jamik dan Museum Timah Mentok Ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno mengatakan, Museum Timah Indonesia Mentok, yang dibangun pada 1915 dengan nama Hoofdbureau-Bankatinwinning Bedriff, dinilai mewakili masa gaya arsitektur kota pusaka Mentok serta menjadi simbol panjangnya sejarah pertimahan di Bangka Belitung.
“Bangunan ini dianggap mampu menggambarkan perjalanan industri timah yang mempengaruhi struktur ekonomi, demografi, hingga sosial budaya masyarakat dari masa ke masa,” katanya.
Sementara untuk Masjid Jamik Mentok yang dibangun sekitar tahun 1300 Hijriah juga turut disetujui sebagai cagar budaya nasional. Masjid tua ini memiliki karakter arsitektur yang unik karena memadukan unsur budaya Melayu, Eropa, dan Cina—menjadi bukti pertukaran budaya lintas negara yang telah berlangsung ratusan tahun.
“Keberadaan masjid yang berdampingan dengan Kelenteng Kung Fuk Miau memperkuat nilai toleransi dan harmoni yang telah hidup lama di Kota Mentok, menjadikannya simbol kemajemukan Nusantara,” ucapnya.
Dalam sidang, pemerintah daerah yang hadir secara daring dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Barat menyampaikan tanggapan positif.
“Tim ahli memberikan beberapa rekomendasi teknis terkait pelestarian, khususnya untuk Masjid Jamik Mentok, seperti menjaga kebersihan lingkungan, melaporkan rencana perbaikan kepada pemerintah, serta memastikan instalasi listrik sesuai standar agar tidak menimbulkan kerusakan bangunan,” ucapnya.
