Ia menuturkan, kata yang terlontar dari pelaku adalah menanyakan ke korban di mana tempat orang jual kepala anak-anak. Karena pertanyaan itu, MI pulang ke rumah sambil berjalan kaki dengan rasa ketakutan. Usai kejadian itu, muncul kabar penculikan tersebut.

“Jadi ada screenshot status Whatsapp dan video tentang penculikan anak sehingga membuat resah masyarakat Mentok. Unit Res Intel Polsek Mentok dan Bhabinkamtibmas melakukan pulbaket terhadap saksi saksi dan korban terkait kejadian itu,” katanya.

Hasil penelusuran diterima informasi bahwa pelaku adalah pedagang sayur dari Desa Balun Ijuk yang berjualan di wilayah Mentok. Polisi pun memanggil para saksi, pelaku dan pihak terkait ke Mapolsek Mentok untuk dilakukan mediasi, Rabu (19/11/2025) siang.

Baca Juga  Puluhan Tim Ramaikan Turnamen MLBB, FF dan Magic Chess D'rey Hair Cut

“Jadi kita lakukan mediasi, klarifikasi antara pelaku dan anak korban yang didampingi orang tua dan pihak SDN 10 Mentok terhadap kejadian tersebut. Kedua belah pihak sepakat berdamai dan tidak melanjutkan proses ini ke jalur hukum,” ujar Iptu Rusdi Yunial.

Setelah dilakukan problem solving ini, pelaku selaku pihak pertama bersedia untuk mengklarifikasi melalui video untuk memohon maaf kepada publik. Ia mengimbau, kepada siapapun itu, jangan ada lagi yang membuat gaduh dan ketakutan kepada masyarakat.

“Pelaku berniat ngeprank dan sudah memohon maaf kepada publik. Kami berharap kepada siapapun itu, jangan ada lagi yg membuat gaduh dan takut di masyarakat sehingga situasi mejadi tidak kondusif. Ke depan kami tidak akan mentolerir kejadian ini,” ujarnya.

Baca Juga  Lakalantas Kerap Terjadi, Warga Mentok Minta Perhatian Pemerintah

“Dan kepada masyarakat Kecamatan Mentok khususnya para orang tua, bila menemukan hal serupa silahkan langsung hubungi kami. Atau boleh ke kantor kepolisian terdekat. Jangan melalui media sosial sehingga tidak menimbulkan kegaduhan,” katanya.