Pelaksanaan kompetisi yang berlangsung pada 21–23 November 2025 ini mempertemukan para atlet dari Indonesia, Thailand, Filipina, Vietnam, Brunei Darussalam, Malaysia, Jepang, hingga Australia. Setiap babak berlangsung dengan tensi tinggi, menuntut kontrol teknik dan ketenangan yang maksimal.

Dalam kondisi kompetitif tersebut, Yuliati mampu menunjukkan performa stabil berkat latihan konsisten yang ia jalani selama ini. Di sela-sela tugas kedinasan, ia tetap menjaga ritme latihan, memperkuat teknik barebow, serta meningkatkan ketahanan fisik untuk menghadapi tekanan pertandingan. Upaya itu membantunya tampil solid pada setiap fase elimination round.

Prestasi ini menjadi catatan penting bagi perkembangan olahraga panahan di Bangka Selatan, sekaligus membuktikan bahwa atlet daerah mampu bersaing dan tampil percaya diri di tingkat internasional. Peringkat kedua yang berhasil diraih Yuliati merupakan hasil nyata dari proses latihan yang berkelanjutan dan komitmen kuat dalam dunia olahraga.

Baca Juga  Wabup Debby Pimpin Aksi Bersih di Kawasan Himpang 5 Toboali

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet panahan lainnya untuk terus mengasah kemampuan dan memanfaatkan setiap kesempatan berkompetisi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.