TKD Terendah dalam 7 Tahun, APBD Bateng 2026 Defisit Rp30 Miliar
Sedangkan, belanja daerah disetujui Rp841,2 miliar atau berkurang 15,03 persen dari belanja daerah 2025, sehingga perlu dilakukan penyesuaian.
“Dari uraian yang ada, maka APBD 2026 defisit 30 miliar atau 3,70 persen dari target PAD, insyaAllah bisa ditutupi dengan Netto yang kita miliki, kita prediksi SILPA 2025 bisa menutupinya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Bangka Tengah (Bateng), Batianus mengatakan APBD 2026 telah disahkan.
“Kalau kita bandingkan APBD 2025 memang turun tajam, baik PAD dan TKD, sehingga berpengaruh pada pendapatan daerah, hanya mendapatkan 811,2 miliar rupiah dan belanja daerah 841,2 miliar, sehingga ada defisit Rp30 miliar rupiah,” tuturnya.
Batianus mengatakan, ketika pembahasan APBD, pihaknya sudah memprediksi defisit Rp30 miliar akan ditutup dari SILPA akhir tahun 2025.
“Kalaupun tidak tertutup, pertengahan perjalanan akan ada tambahan pendapatan, tentu kami berharap dengan kondisi keuangan saat ini, perekonomian masyarakat terus berjalan dan OPD bisa bekerja optimal,” pungkasnya.
