Ia mengatakan, melalui pelatihan ini, pemerintah daerah berharap mantan warga binaan memiliki kesempatan baru untuk memulai kehidupan secara produktif. Selain itu, keterampilan yang diberikan diharapkan dapat mengurangi risiko kembalinya para peserta pada tindakan pelanggaran hukum.

“Program ini sangat penting ya untuk masa depan para WBP. Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap warga binaan yang bebas bersyarat dapat memanfaatkan pelatihan tersebut sebagai modal awal untuk membangun kehidupan baru, produktif, dan diterima secara positif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Program pelatihan ini dijadwalkan mulai berjalan dalam waktu dekat setelah koordinasi teknis antara Disperinaker dan Rutan Mentok selesai dilakukan. Pemerintah daerah menilai langkah tersebut menjadi upaya konkret dalam menyiapkan SDM yang lebih siap kembali ke lingkungan sosial serta mampu mandiri secara ekonomi.

Baca Juga  DW Minta Legislator Golkar Bangka Barat Prioritas Kepentingan Dapil